ABSTRAK
Mathelda P. Pasangallo: Meningkatkan
hasil belajar siswa dengan menggunakan metode presentasi pada mata pelajaran
PAK siswa Sekolah Dasar di Boven
Digoel Papua.
Sudah
menjadi rahasia umum bahwa setiap terjadi proses pembelajaran di kelas ada kecenderungan
bahwa siswa sangat tidak aktif atau pasif dalam menanggapi proses pembelajaran.
Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, baik karena kurang menariknya cara guru
menjelaskan, jenuhnya siswa karena terlalu panjang guru menerangkan, atau
disebabkan kurang dimengertinya permasalahan yang dijelaskan.
Melihat
kenyataan ini perlu diadakan penelitian agar dapat dilihat penyebab utama
mengapa terjadi hal seperti itu dan dapat diberikan solusi yang terbaik demi
tercapainya hasil pembelajaran yang baik dan menarik.
Dari hasil
penelitian yang dilakukan, ternyata dengan menggunakan metode presentasi dalam
pembelajaran dapat membangkitkan keaktifan siswa, terbukti dengan presentasi
setiap siklus meningkat.
PENDAHULUAN
Rendahnya
tingkat keaktifan siswa dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar merupakan hal
yang sering ditemukan dan dialami dalam kegiatan belajar mengajar. Masalah
tersebut merupakan hal yang akan menghambat
tercapainya suatu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Dengan
kefakuman siswa dan pasifnya siswa dalam Proses Belajar Mengajar dapat
mengakibatkan beberapa hal yang kemungkinan dapat merugikan berbagai pihak.
Bagi siswa sendiri, selain kurang terlatihnya pengetahuan dalam mengemukakan
pendapat juga dapat mengakibatkan kejenuhan ketika dalam kegiatan belajar
mengajar, atau bahkan mengakibatkan kurangnya ilmu pengetahuan yang dapat
ditransfer oleh siswa sendiri.. Di lain pihak guru juga akan merasakan hal yang
kurang baik, selain merasakan keragu-raguan apakah materi yang diberikannya
sudah cukup diterima atau sebaliknya tidak dapat dimengerti oleh para siswa.
Jika
keadaan seperti ini dibiarkan tanpa ada respon, kemungkinan saja nilai
pendidikan di sekolah akan rendah dan menjadi sempit. Oleh karena itu
penanganan masalah ini sangat mendesak agar nilai pendidikan dapat meningkat.
Disadari
secara cermat bahwa faktor penyebab terjadinya hal ini sangat banyak, maka
perlu mengadakan suatu penelitian dimana letak penghambat itu berada.
Hal utama
yang harus dilakukan adalah mengadakan penambahan metode pembelajaran atau
mengadakan suatu perubahan metode pembelajaran, misalnya dengan mencoba
menggunakan metode presentasi. Dengan menggunakan metode presentasi ini sangat
dirasakan akan lebih memicu dan memberikan rangsang terhadap siswa untuk aktif
karena akan adanya keterpaksaan yang muncul secara otomatis yaitu karena merasa
malu oleh siswa lain jika siswa tidak mampu untuk mempresentasikan materi
tersebut, atau siswa tersebut akan dipaksa untuk meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan dalam menghadapi pertanyaan – pertanyaan yang diberikan oleh siswa
lain.
KAJIAN PUSTAKA
Hakikat
Pendidikan Agama Kristen adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan
kontinyu dalam rangka mengembangkan kemampuan pada siswa agar dengan
pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah di dalam Yesus
Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari – hari, terhadap sesama dan
lingkungan hidupnya.
Berdasarkan
pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Kristen merupakan
salah satu bentuk usaha yang harus dilakukan secara terus menerus agar dapat
mengembangkan kemampuan siswa dalam kehidupan sehari – hari.
Menurut
Tata Gereja, mengungkapkan bahwa “Pendidikan Agama Kristen adalah usaha untuk
menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan
Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah dalam Yesus Kristus,
dinyatakan dalam kehidupan sehari – hari, terhadap sesama dan lingkungan
hidupnya”. (Exodus, 2005 : 3)
Dari
definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Kristen
merupakan usaha dalam menumbuhkembangkan kemampuan siswa lewat tuntunan Roh
Kudus agar dapat memahami Kasih Allah dalam Roh Kudus. Hakikat ini pada
pusat dari Pendidikan Agama Kristen SD ialah Yesus Kristus.
METODE PENELITIAN
Seperti
yang disebutkan di atas bahwa, penelitian ini dilaksanakan sendiri.Jadi bentuk
penelitian ini adalah penelitian sendiri. Adapun langkah –langkah tindakan
secara garis besar yang akan dilakukan untuk pemecahan masalah adalah sebagi
berikut
1. Mengatur pembagian kelompok.
2. Menyiapkan materi yang diberikan.
3. Menyiapkan administrasi / perangkat –
perangkat pembelajaran yang diperlukan.
4. Memberikan informasi pada siswa bahwa aka
nada kegiatan Penelitian Tindakan Kelas pada hari yang ditentukan.
5. Melaporkan kepada Kepala Sekolah dan Wali
Kelas untuk pelaksanaan kegiatan ini.
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dikembangkan berdasarkan
pengalaman peneliti sebagai guru di SD Inpres Tanah Merah.
Siswa – siswi di SD Inpres Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel di
dominasi oleh penduduk asli (OAP/ Orang Asli Papua) yaitu 70% dan pendatang 30% sehingga membutuhkan metode yang harus
menarik minat siswa dalam proses pembelajaran khususnya siswa OAP. Mereka lebih
cenderung pada metode belajar yang melihat objek dan mendengar, jika hanya
mendengar ceramah guru maka semangat
belajar akan hilang dan pada akhirnya membuat mereka bosan dan hal ini sangat
memperngaruhi teman sekelas.
ketika guru menggunakan metode presentasi , maka tingkat antusias siswa
dalam belajar lebih tinggi apalagi dalam presentasi mencantumkan gambar yang
menarik dan sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga siswa lebih aktif
dalam berdiskusi. Dibandingkan ketika hanya ceramah maka yang terjadi adalah
siswa pasif bahkan tidak terlibat dalam diskusi.
Presentasi adalah kegiatan berbicara di depan orang banyak atau salah
satu bentuk komunikasi. Presentasi adalah topic pengajuan kegiatan, pendapat
atau informasi kepada orang lain. Presentasi dapat didukung dengan menggunakan
media pembelajaran seperti laptop dan LCD proyektor sehingga guru dapat lebih
kreatif dalam menigkatkan minat belajar
siswa. Kelebihan presentasi seperti dapat mneyajikan teks, gambar, foto, audio
dan video sehingga lebih menarik, dapat menjangkau kelompok banyak, tempo dan
cara penyajiannya bisa disesuaikan, penyajiannya bisa bertatap muka dan dapat
dilakukan dengan cara yang berulang- ulang.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan hal – hal sebagai berikut : sebelum
dijalankannya metode ceramah siswa cenderung pasif atau tidak aktif dalam
mengikuti pelajaran, dimana jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan, menjawab
pertanyaan dan mengemukakan pendapat sangatlah minim
Setelah
diadakan pembelajaran dengan metode ceramah siswa dapat menunjukkan
keaktifannya dan lebih aktif ketika terlebih dahulu diberikan materi atau bahan
yang cukup banyak oleh guru, daripada mereka harus mencari sendiri. Bahkan
keaktifan mereka signifikan bertambah ketika diberitahukan bahwa selama
presentasi dilakukan.
