Sunday, November 8, 2020

ARTIKEL

 

ABSTRAK

Mathelda P. Pasangallo: Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode presentasi pada mata pelajaran PAK siswa Sekolah Dasar di Boven Digoel Papua.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap terjadi proses pembelajaran di kelas ada kecenderungan bahwa siswa sangat tidak aktif atau pasif dalam menanggapi proses pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, baik karena kurang menariknya cara guru menjelaskan, jenuhnya siswa karena terlalu panjang guru menerangkan, atau disebabkan kurang dimengertinya permasalahan yang dijelaskan.

Melihat kenyataan ini perlu diadakan penelitian agar dapat dilihat penyebab utama mengapa terjadi hal seperti itu dan dapat diberikan solusi yang terbaik demi tercapainya hasil pembelajaran yang baik dan menarik.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, ternyata dengan menggunakan metode presentasi dalam pembelajaran dapat membangkitkan keaktifan siswa, terbukti dengan presentasi setiap siklus meningkat.

PENDAHULUAN

Rendahnya tingkat keaktifan siswa dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar merupakan hal yang sering ditemukan dan dialami dalam kegiatan belajar mengajar. Masalah tersebut merupakan hal yang akan menghambat  tercapainya suatu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Dengan kefakuman siswa dan pasifnya siswa dalam Proses Belajar Mengajar dapat mengakibatkan beberapa hal yang kemungkinan dapat merugikan berbagai pihak. Bagi siswa sendiri, selain kurang terlatihnya pengetahuan dalam mengemukakan pendapat juga dapat mengakibatkan kejenuhan ketika dalam kegiatan belajar mengajar, atau bahkan mengakibatkan kurangnya ilmu pengetahuan yang dapat ditransfer oleh siswa sendiri.. Di lain pihak guru juga akan merasakan hal yang kurang baik, selain merasakan keragu-raguan apakah materi yang diberikannya sudah cukup diterima atau sebaliknya tidak dapat dimengerti oleh para siswa.

Jika keadaan seperti ini dibiarkan tanpa ada respon, kemungkinan saja nilai pendidikan di sekolah akan rendah dan menjadi sempit. Oleh karena itu penanganan masalah ini sangat mendesak agar nilai pendidikan dapat meningkat.

Disadari secara cermat bahwa faktor penyebab terjadinya hal ini sangat banyak, maka perlu mengadakan suatu penelitian dimana letak penghambat itu berada.

Hal utama yang harus dilakukan adalah mengadakan penambahan metode pembelajaran atau mengadakan suatu perubahan metode pembelajaran, misalnya dengan mencoba menggunakan metode presentasi. Dengan menggunakan metode presentasi ini sangat dirasakan akan lebih memicu dan memberikan rangsang terhadap siswa untuk aktif karena akan adanya keterpaksaan yang muncul secara otomatis yaitu karena merasa malu oleh siswa lain jika siswa tidak mampu untuk mempresentasikan materi tersebut, atau siswa tersebut akan dipaksa untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi pertanyaan – pertanyaan yang diberikan oleh siswa lain.

KAJIAN PUSTAKA

Hakikat Pendidikan Agama Kristen adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan kontinyu dalam rangka mengembangkan kemampuan pada siswa agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah di dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari – hari, terhadap sesama dan lingkungan hidupnya.

Berdasarkan pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Kristen merupakan salah satu bentuk usaha yang harus dilakukan secara terus menerus agar dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam kehidupan sehari – hari.

Menurut Tata Gereja, mengungkapkan bahwa “Pendidikan Agama Kristen adalah usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah dalam Yesus Kristus, dinyatakan dalam kehidupan sehari – hari, terhadap sesama dan lingkungan hidupnya”. (Exodus, 2005 : 3)

Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Kristen merupakan usaha dalam menumbuhkembangkan kemampuan siswa lewat tuntunan Roh Kudus agar dapat memahami Kasih Allah dalam Roh Kudus. Hakikat ini pada pusat dari Pendidikan Agama Kristen SD ialah Yesus Kristus.

METODE PENELITIAN

Seperti yang disebutkan di atas bahwa, penelitian ini dilaksanakan sendiri.Jadi bentuk penelitian ini adalah penelitian sendiri. Adapun langkah –langkah tindakan secara garis besar yang akan dilakukan untuk pemecahan masalah adalah sebagi berikut

1.    Mengatur pembagian kelompok.

2.    Menyiapkan materi yang diberikan.

3.    Menyiapkan administrasi / perangkat – perangkat pembelajaran yang diperlukan.

4.    Memberikan informasi pada siswa bahwa aka nada kegiatan Penelitian Tindakan Kelas pada hari yang ditentukan.

5.    Melaporkan kepada Kepala Sekolah dan Wali Kelas untuk pelaksanaan kegiatan ini.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dikembangkan berdasarkan pengalaman peneliti sebagai guru di SD Inpres Tanah Merah.

Siswa – siswi di SD Inpres Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel di dominasi oleh penduduk asli (OAP/ Orang Asli Papua) yaitu 70%  dan pendatang 30%  sehingga membutuhkan metode yang harus menarik minat siswa dalam proses pembelajaran khususnya siswa OAP. Mereka lebih cenderung pada metode belajar yang melihat objek dan mendengar, jika hanya mendengar ceramah guru maka  semangat belajar akan hilang dan pada akhirnya membuat mereka bosan dan hal ini sangat memperngaruhi teman sekelas.

ketika guru menggunakan metode presentasi , maka tingkat antusias siswa dalam belajar lebih tinggi apalagi dalam presentasi mencantumkan gambar yang menarik dan sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga siswa lebih aktif dalam berdiskusi. Dibandingkan ketika hanya ceramah maka yang terjadi adalah siswa pasif bahkan tidak terlibat dalam diskusi.

Presentasi adalah kegiatan berbicara di depan orang banyak atau salah satu bentuk komunikasi. Presentasi adalah topic pengajuan kegiatan, pendapat atau informasi kepada orang lain. Presentasi dapat didukung dengan menggunakan media pembelajaran seperti laptop dan LCD proyektor sehingga guru dapat lebih kreatif dalam menigkatkan  minat belajar siswa. Kelebihan presentasi seperti dapat mneyajikan teks, gambar, foto, audio dan video sehingga lebih menarik, dapat menjangkau kelompok banyak, tempo dan cara penyajiannya bisa disesuaikan, penyajiannya bisa bertatap muka dan dapat dilakukan dengan cara yang berulang- ulang.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan hal – hal sebagai berikut : sebelum dijalankannya metode ceramah siswa cenderung pasif atau tidak aktif dalam mengikuti pelajaran, dimana jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat sangatlah minim

Setelah diadakan pembelajaran dengan metode ceramah siswa dapat menunjukkan keaktifannya dan lebih aktif ketika terlebih dahulu diberikan materi atau bahan yang cukup banyak oleh guru, daripada mereka harus mencari sendiri. Bahkan keaktifan mereka signifikan bertambah ketika diberitahukan bahwa selama presentasi dilakukan.

 

No comments:

Post a Comment

PTK (Penialain Tindakan Kelas)

  PENELITIAN TINDAKAN KELAS   JUDUL : “ MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA   DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH PADA MATA PELAJARAN ...